Rabu, 29 Maret 2017

Electronic Data Interchange dan Cybercrime



Electronic Data Interchange dan Cybercrime

Pertukaran data elektronik (bahasa inggris: EDI atau Electronic Data Interchange, juga Electronic Document Interchange) adalah proses transfer data yang terstruktur, dalam format standaryang disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya, dalam bentuk elektronik.
Istilah ini umumnya dipakai dalam konteks perdagangan dan bisnis, khususnya perdagangan elektronik atau e-dagang. Biasanya digunakkan oleh perusahaan-perusahaan dalam memudahkan proses pertukaran data transaksi yang berulang-ulang antar perusahaan. EDI sangat bergantung kepada pengembangan format standar untuk dokumen-dokumen bisnis seperti faktur, pesanan pembelian, dan surat tanda terima. Harus ada persetujuan dari pelaku-pelaku bisnis yang terkait dan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional untuk dapat menggunakan format-format standar  ini dan mentransmisikan data secara elektronik.
Sejarah perkembangan
Pada tahun 1964, seorang manajer penjualan yang bekerja di American Hospital Supply Company (AHSC) menciptakan sebuah sistem untuk menangani masalah inventoris dalam sebuah rumah sakit lokal di Amerika Serikat.Manajer penjualan itu memberikan sejumlah kumpulan kartu berlubang (punched card) kepada rumah sakit lokal tersebut. Setiap buah punched card merepresentasikan tiap pembelian barang dari AHSC, kemudian punched card ini dimasukkan ke dalam sebuah kotak persediaan untuk mengindikasikan kapan barang tertentu harus dipesan lagi. Di waktu yang bersamaan, punched card-punched card itu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam card reader yang disediakan untuk para pelanggan. Data dikirim melalui saluran telepon standar ke sebuah kunci mesin punch (keypunch) di AHSC, dimana set punched card–punched card yang identik diduplikasi. Pemenuhan pesanan kemudian dikerjakan secara biasa.
Pertukaran data elektronik ini ternyata meningkatkan keakuratan dan efisiensi dalam pemesanan persediaan-persediaan pada banyak rumah sakit di Amerika Serikat . Ketidakakuratan pemesanan berkurang, waktu pengiriman menjadi lebih cepat, dan permasalahan kekurangan inventori pun dapat diatasi dalam rumah sakit-rumah sakit tersebut. Dalam beberapa tahun ke depan, EDI yang sebelumnya hanya berbasis sistem one-to-one seperti yang pertama kali digunakkan oleh AHSC, kemudian berkembang menjadi pasar-pasar elektronik baru yang berisi komunitas-komunitas industri pelanggan, pemasok, penghasil, dan fasilitator jaringan. EDI kemudian menjadi suatu nilai penting dalam kemitraan perdagangan.
Keuntungan dalam penggunaan EDI
  • Penghematan waktu. Pada dasarnya EDI menggantikan transaksi yang menggunakan kertas menjadi transaksi berbasis elektronik. Hal ini telah menghemat waktu yang tadinya dialokasikan untuk menulis, mencetak, dan pengiriman melalui jasa pos.
  • Penghematan biaya. Biaya untuk membayar peralatan, prangko, jasa pos, pegawai dan petugas dapat dikurangi karena sistem EDI telah menyederhanakan semua ini ke dalam sebuah urutan yang sistematis dan otomatis.
  • Minimalisasi kesalahan. Kesalahan yang sering terjadi dalam pekerjaan manual biasa terjadi karena bekerja menggunakan kertas dilakukan oleh manusia, sedangkan sistem EDI adalah sistem yang berbasis komputer sehingga kesalahan dalam proses pertukaran informasi dapat dikurangi oleh kalkulasi komputer.
  • Respon yang cepat. Cara pemesanan tradisional yang menggunakan kertas membutuhkan waktu berhari-hari untuk dokumen-dokumen transaksi mencapai tujuan pengirimannya. Waktu dalam penungguan ini sebenarnya mempunyai nilai yang cukup berarti bagi para pelaku bisnis. Sistem EDI yang menggunakan bentuk elektronik dalam proses pengiriman dapat dalam sekejap mengirimkan dokumen-dokumen transaksi kepada para pelaku bisnis sehingga mereka mempunyai waktu yang lebih banyak untuk menentukan manuver-manuver bisnis.
  • Aliran kas. Siklus dalam perdagangan menjadi lebih cepat seiring mempercepatnya proses pesanan dan pengiriman yang juga memengaruhi kecepatan pembayaran. Bertambah cepatnya pembayaran akan berdampak pada meningkatnya arus kas.
  • Peluang dalam bisnis. Jumlah pelanggan meningkat dan mereka biasanya hanya akan berbisnis dengan pemasok yang menggunakan EDI. Persaingan pun meningkat dalam memulai bisnis baru karena adanya penggunaan EDI. Industri supermarket dan perakit kendaraan merupakan contoh bisnis yang banyak menggunakan EDI dalam kemitraannya.
Penggunaan EDI di Indonesia
Salah satu contoh pengaplikasian EDI di Indonesia dapat dilihat pada PT EDI Indonesia yang merupakan perusahaan penyelenggara pelayanan jasa EDI di Indonesia yang memberikan layanan teknis dan konsultasi.


Adapun kendala-kendala yang dijumpai di dalam penerapan sistem ini adalah:
1.     Kendala teknis, yaitu yang berhubungan dengan pentransferan data lewat komputer, fasilitas telepon dan biaya untuk pengadaan perangkat komputer.
2.     Terbatasnya pihak Bank yang memakai program EDI ini.
3.     Belum ada aturan hukum yang mengatur mengenai pemakaian sistem
Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa EDI ( Electronic Data Interchange ) ini merupakan salah satu perkembangan teknologi yang berkaitan denga Sistem Informasi Manajemen.
Salah satu aplikasi penggunaan EDI dalam membantu sistem infrormasi seperti yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu untuk memperlancar arus barang di pelabuhan. Pemakaian sistem EDl ini, juga akan menghindari “human error” dalam pemasukan data, karena pertukaran data/dokumen semuanya dilakukan secara “Computerized”. Selain itu, sistem EDI dapat mengurangi adanya praktek KKN, dan lain sebagainya.
 
Pemecahan Masalah
Dari sini bisa dilihat bahwa sebenarnya permasalahan-permasalahan yang terkait dengan inefisiensi proses bisnis tersebut sebenarnya dapat di kurangi dengan pemanfaatan teknologi, dimana selama ini teknologi dianggap ‘mahkluk’ aneh yang hanya memboroskan biaya perusahaan. Ini yang perlu diluruskan bahwa penggunaan teknologi sebenarnya sangat penting bagi penyelamatan perusahaan.
Selama ini para pelaku bisnis memiliki metode dokumentasi sendiri-sendiri dan teknologi yang sendiri-sendiri, ada yang sudah sangat canggih, ada yang masih sangat sederhana, dan lain sebagainya, hal ini yang menyulitkan antar pelaku bisnis untuk melakukan proses pertukaran dokumen bisnis, aspek-aspek yang biasanya timbul untuk metode pertukaran ini antara lain:
Banyaknya pihak yang terkait mengakibatkan banyaknya variasi dokumen dan teknologi yang ada Image yang timbul bahwa untuk menyeragamkan pertukaran dokumen ini dibutuhkan investasi teknologi baru yang biayanya tidak sedikit. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan juga keengganan pelaku bisnis untuk berubah, karena prinsip ‘hari ini sudah berjalan dengan baik’ tanpa menghiraukan bahwa sebenarnya ‘ada yang lebih baik’.
Tantangan kedepan terutama era perdagangan global seakan-akan tidak dihiraukan. Berangkat dari masalah-masalah ini kemudian timbul suatu teknologi yang efisien untuk dapat membantu meningkatkan sistim dan perilaku bisnis diatas, dimana teknologi ini kemudian dikenal dengan sebutan teknologi EDI yang tujuannya adalah agar pelaku bisnis dapat memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan produktifitas dan profitabilitas perusahaannya
 
Manfaat yang didapat
Benefit yang diharapkan dengan ber-EDI-Ritel adalah antara lain:
Dengan EDI-Ritel, akan timbul penghematan biaya proses administratif, yang meliputi penghematan biaya komunikasi yang mungkin selama ini dibutuhkan sebagai sarana konfirmasi dokumen,dsb.
Mengurangi / bahkan menghilangkan biaya komunikasi fax. Dikarenakan tidak ada lagi proses fax dan print, maka otomatis biaya paper printing akan dapat diturunkan. Yang lebih penting lagi, proses kesalahan manusia yang sering terjadi atas proses re-entry dokumen, dalam hal ini biasanya dokumen diterima dari fax kemudian dimasukkan lagi ke aplikasi yang diinginkan, dapat dihilangkan.
Hal-hal tersebut diatas dapat terjadi dikarenakan pada teknologi EDI, aplikasi yang dikirimkan oleh sang pengirim dapat langsung diterima ke aplikasi penerima, tanpa proses re-entry data. Hal ini juga mengakibatkan keterlambatan atau ‘delay’ dari suatu proses bisnis dapat dikurangi, dimana biasanya terjadi proses menunggu data-entry atau re-enter data dan proses pengiriman dokumen dapat dieliminir dengan kecepatan pertukaran dokumen yang ‘just in time’. Di sisi lain hal-hal diatas akan mengakibatkan juga perencanaan bisnis dari pelanggan EDI akan dapat lebih terprediksi karena tidak terjadi lagi ‘pemborosan waktu’ sehingga dapat meningkatkan produktifitas staff dan meningkatnya hubungan bisnis yang lebih baik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan ‘market share’.
PT. EDI Indonesia saat ini sudah menangani lebih dari 2.300 pelanggan yang terintegrasi dalam komunitas-komunitas kepabeanan, pelabuhan, bank dan ritel. Dengan keberhasilan ini, saat ini dikembangkan pembangunan backbone EDI melalui internet sebagai highway untuk menghubungkan pelanggan ke pelanggan yang berbasis EDI-VAN. Tujuannya adalah agar dimasa mendatang diharapkan PT. EDI Indonesia dapat menjadi sebuah penyelenggara jasa EDI dan E-commerce yang lengkap dan semakin terpercaya



Cybercrime

Kejahatan dunia maya (Inggris: cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll.
Walaupun kejahatan dunia maya atau cybercrime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya, istilah ini juga digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional di mana komputer atau jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan kejahatan itu terjadi.
Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai alat adalah spamming dan kejahatan terhadap hak cipta dan kekayaaan intelektual. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai sasarannya adalah akses ilegal (mengelabui kontrol akses), malware dan serangan DoS. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai tempatnya adalah penipuan identitas. Sedangkan contoh kejahatan tradisional dengan komputer sebagai alatnya adalah pornografi anak dan judi online. Beberapa situs-situs penipuan berkedok judi online termasuk dalam sebuah situs yang merupakan situs kejahatan di dunia maya yang sedang dipantau oleh pihak kepolisian dengan pelanggaran pasal 303 KUHP tentang perjudian dan pasal 378 KUHP tentang penipuan berkedok permainan online dengan cara memaksa pemilik website tersebut untuk menutup website melalui metode DDOS website yang bersangkutan. Begitupun penipuan identitas di game online. Dengan hanya mengisi alamat identitas palsu, game online tersebut bingung dengan alamat identitas palsu. Jika hal tersebut terus terus terjadi, maka game online tersebut akan rugi/bangkrut.
Jenis jenis penipu dunia maya  secara umum :
Iklan Jual beli :
Anda pasang iklan rumah misalnya, lalu ada orang yang mau kasih uang muka tanpa melihat rumah dulu. Anda diminta ke ATM lalu transfer ke mereka. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang Indonesia.
Online Shop :
Berbagai jenis penipuan online shop, menjual barang apa saja yang sedang trend. Mereka membuat page menarik dan menampilkan barang-barang idaman yang sangat menawan. Harganya murah meriah. Anda tentu saja tergiur ingin membeli. Lalu tranfer uang dan anda diperlihatkan foto bahwa barang siap dikirim, tetapi tak pernah sampai. Saat anda bertanya, si penipu alasan harus declare barang dan ada biaya. Percayalah puluhan juta habis uang anda, barang itu tak pernah ada. Jika anda mulai curiga, mereka akan putuskan semua kontak.
Hadiah :
Anda dinyatakan dapat hadiah dari Sido Muncul, Telkomsel, dll  dengan menggunakan website gratisan yang serupa atau mirip dengan website asli. Pada akhirnya anda diminta mengirim uang administrasi.
Bisnis  :
Diajak berbisnis dan kita diminta menanamkan modal, bukannya untung yang ada buntung. Jika pelaku orang Nigeria, biasanya  mereka berpura-pura mau mengajak berbisnis tetapi sesungguhnya diajak membuat dolar palsu. Percayalah uang anda melayang ditukar dengan kertas.
Uang Dalam Paket :
Dicari calon korban yang lugu, percaya saja mau dititipkan uang dari Afganistan.  Padahal nantinya anda akan diminta untuk membayar biaya kirim, sertifikat paket tidak boleh dibuka, sertifikat paket uang bukan money laundring, asuransi, denda, tax tanpa ada habisnya. Kalau pakai logika  tidak ada uang dimasukkan di dalam box lalu di kirim  menggunakan pesawat. Percayalah ratusan juta melayang, paket uang itu tak pernah ada. Pelaku biasanya orang-orang Nigeria yang bekerja sama dengan orang lokal.dan pintarnya lagi permintaan uang bertahap. artinya korban sdh kadung basah maka tdk sulit utk membayar.
Computer Kena Virus
Anda ditelepon orang yang mengaku dari Microsoft dan mengatakan komputer anda kena virus. Lalu dipandu untuk melakukan ini itu akhirnya diminta bayar fee. Percayalah komputer anda tidak apa-apa. Pelaku menelepon dari India lewat Skype dan random call kemana-mana.
Scammer cinta  :
Orang Indonesia banyak tertipu dengan cinta maya. Jika penipunya adalah wanita, dia akan memakai foto wanita bertubuh seksi. Kalau pelaku adalah pria, dia akan memakai foto tampan. Foto-foto tersebut mereka curi dari internet. Scammer Nigeria biasanya memakai foto US Army, scammer Indonesia memakai foto polisi, tentara, pramugara, model, dll. Kata-kata yang mereka ucapkan sangat romantis, janji hadiah mewah, menikah, mutasi, dll. Percayalah tujuan mereka hanya satu yaitu menipu uang anda.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar